Pendidikan dan Anak di Dunia
Bahasa Indonesia

Pendidikan dan Anak: Posisi Indonesia di Antara Negara-Negara Dunia

Memantau statistik dunia tentang Pendidikan dan Anak

Data 211 negara dan wilayah

Belanja pendidikan (% PDB)1.28%
peringkat 196 dari 203 (2025)
Anak usia SD yang tidak bersekolah0.88%
peringkat 46 dari 205 (2025)
Angka partisipasi pendidikan tinggi44.88%
peringkat 93 dari 203 (2025)
Angka partisipasi pendidikan menengah97.17%
peringkat 76 dari 208 (2025)
Rasio murid-guru (pendidikan dasar)17.03murid per guru
peringkat 89 dari 206 (2019)

Pendidikan dan Anak dalam Angka Dunia

Slideshow ini menampilkan lima indikator pendidikan dari World Bank World Development Indicators, satu bingkai untuk tiap indikator. Setiap bingkai memuat grafik batang peringkat, nilai dan peringkat Indonesia sebagai negara yang disorot, serta garis tren dari rangkaian data yang sama. Semua angka diambil langsung dari data yang mendasari artikel ini.

Government spending on education196Belanja pendidikan Indonesia 1,2752% dari PDB, peringkat 196 dari 203 negara
Children out of primary school46Anak usia SD yang tidak bersekolah di Indonesia 0,8768%, peringkat 46 dari 205 negara
Tertiary enrolment93Partisipasi pendidikan tinggi Indonesia 44,8813%, peringkat 93 dari 203 negara
Secondary school enrolment76Partisipasi sekolah menengah Indonesia 97,1702%, peringkat 76 dari 208 negara
Pupils per teacher (primary)89Rasio murid per guru SD di Indonesia 17,0349, peringkat 89 dari 206 negara

Bacalah tiap bingkai secara terpisah: satuan dan jumlah negara pembanding berbeda-beda, misalnya 203 negara untuk belanja pendidikan dan 208 negara untuk partisipasi sekolah menengah. Nilai persen dan rasio murid per guru tidak boleh dibandingkan antarbingkai.

Poin Utama

Dalam tema pendidikan dan anak, Indonesia menunjukkan gambaran yang terbelah: capaian partisipasi sekolah tergolong baik, tetapi angka belanja pendidikan yang tercatat sangat rendah dibanding negara lain. Belanja pemerintah untuk pendidikan tercatat 1,2752% dari PDB, menempatkan Indonesia pada peringkat 196 dari 203 negara, jauh di bawah nilai dunia 3,5693%. Sebaliknya, angka partisipasi sekolah menengah mencapai 97,1702% (peringkat 76 dari 208 negara), jauh di atas nilai dunia 77,2786%, dan proporsi anak usia sekolah dasar yang tidak bersekolah turun ke 0,8768% (peringkat 46 dari 205 negara). Angka partisipasi pendidikan tinggi 44,8813% juga sedikit di atas nilai dunia 43,6151%, meski masih jauh dari negara-negara maju di kawasan.

*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SE.XPD.TOTL.GD.ZS, SE.PRM.UNER.ZS, SE.SEC.ENRR, SE.TER.ENRR).*

Nilai Terbaru Indikator Utama

Indikator pertama dalam tema ini adalah belanja pemerintah untuk pendidikan sebagai persentase PDB. Nilai terbaru Indonesia adalah 1,2752%, berada di peringkat 196 dari 203 negara yang datanya tersedia. Nilai dunia untuk indikator yang sama adalah 3,5693%, sehingga Indonesia berada sekitar 2,29 poin persen di bawahnya. Perlu dicatat bahwa indikator ini hanya menghitung pengeluaran pemerintah, dan angka terbaru dalam rangkaian data Indonesia berasal dari tahun 2023.

*Sumber: World Bank, Government expenditure on education, total (% of GDP) — https://data.worldbank.org/indicator/SE.XPD.TOTL.GD.ZS*

Wajah Peringkat Teratas dan Terbawah

Pada belanja pendidikan terhadap PDB, peringkat teratas diisi Kiribati 16,3905%, Samoa Amerika 14,717%, Tuvalu 12,8457%, dan Mikronesia 11,5591% — umumnya negara kepulauan kecil dengan ukuran ekonomi yang tidak besar, lalu disusul Namibia 9,0844% dan Aljazair 8,9777%. Di ujung bawah terdapat Somalia 0,0%, Nigeria 0,3191%, Zimbabwe 0,3848%, dan Papua Nugini 0,7821%. Indonesia 1,2752% berada di kelompok bawah ini, tepat di atas Laos 1,2338% dan Lebanon 1,2249%, serta di bawah Sudan Selatan 1,5654%. Gambarannya berbeda pada indikator partisipasi: untuk anak usia SD yang tidak bersekolah, kelompok teratas diisi Uni Emirat Arab 0,0039%, Azerbaijan 0,0266%, Uruguay 0,0355%, Korea Selatan 0,0557%, dan Jepang 0,0684%, sedangkan yang terbawah adalah Somalia 85,2728% dan Afganistan 68,7716%; Indonesia 0,8768% berada di paruh atas daftar tersebut.

*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SE.XPD.TOTL.GD.ZS, SE.PRM.UNER.ZS).*

Perubahan dalam Satu Dekade

Rangkaian belanja pendidikan Indonesia bergerak dari 3,4075% pada 2012 dan 3,5836% pada 2015, lalu tercatat 1,2102% pada 2016 dan bertahan di kisaran 0,86–1,03% hingga 2022 (0,8639%), sebelum naik ke 1,2752% pada 2023. Proporsi anak usia sekolah dasar yang tidak bersekolah tercatat 1,8216% pada 2013, sempat naik ke 7,7001% pada 2018, kemudian turun ke 0,7271% pada 2023 dan 0,8768% pada 2025. Partisipasi pendidikan tinggi naik cukup konsisten dari 29,0425% pada 2012 menjadi 44,8813% pada 2023, bertambah sekitar 15,84 poin. Partisipasi sekolah menengah naik dari 83,556% pada 2014 menjadi 97,1702% pada 2025, dengan angka tertinggi 98,8364% pada 2024. Rasio murid per guru SD bergerak dari 19,0117 pada 2010 ke 17,0349 pada 2018, namun rangkaian datanya berhenti di 2018 sehingga tidak menggambarkan tahun-tahun terbaru.

*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SE.XPD.TOTL.GD.ZS, SE.PRM.UNER.ZS, SE.TER.ENRR, SE.SEC.ENRR, SE.PRM.ENRL.TC.ZS).*

Perbandingan dengan Negara Terdekat

Pada belanja pendidikan terhadap PDB, Indonesia 1,2752% berada di bawah Tiongkok 3,8971%, Jepang 3,3366%, Korea Selatan 5,4091%, dan Inggris 5,9068% — selisih dengan Inggris sekitar 4,63 poin — sementara tetangga Laos tercatat 1,2338% dan Papua Nugini 0,7821%. Pada partisipasi sekolah menengah, Indonesia 97,1702% berada di atas Tiongkok 92,2603% (selisih sekitar 4,91 poin) dan Korea Selatan 96,254%, hampir setara Amerika Serikat 97,4735%, namun di bawah Jepang 101,5371% dan Inggris 112,12%. Pada partisipasi pendidikan tinggi, Indonesia 44,8813% tertinggal dari Singapura 97,2887%, Korea Selatan 111,8533%, Tiongkok 76,8758%, dan Jepang 64,4908% (selisih sekitar 19,6 poin). Untuk anak usia SD yang tidak bersekolah, Indonesia 0,8768% lebih rendah daripada Tiongkok 6,6763% dan Amerika Serikat 3,9822%, tetapi lebih tinggi daripada India 0,1188%, Australia 0,1243%, dan Korea Selatan 0,0557%. Rasio murid per guru SD Indonesia 17,0349 lebih ringan dari nilai dunia 23,4463 dan Prancis 18,1766, tetapi lebih padat dari Korea Selatan 16,2867, Tiongkok 16,4267, dan Brunei 9,8952.

*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SE.XPD.TOTL.GD.ZS, SE.SEC.ENRR, SE.TER.ENRR, SE.PRM.UNER.ZS, SE.PRM.ENRL.TC.ZS).*

Cara Membaca Angka Ini

Belanja pendidikan di sini hanya mencakup pengeluaran pemerintah, tidak termasuk biaya yang ditanggung rumah tangga seperti uang sekolah atau les di luar sekolah, sehingga rasio yang rendah tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah total sumber daya pendidikan yang kecil ataupun sebagai penilaian atas mutu pendidikan; sebaliknya, rasio tinggi seperti Kiribati 16,3905% banyak muncul pada negara dengan ukuran ekonomi kecil. Angka partisipasi sekolah adalah angka partisipasi kasar (% gross) yang menyertakan siswa di luar rentang usia baku dan siswa mengulang, sehingga dapat melampaui 100% seperti Yunani 165,1134% atau Monako 158,5466% — bukan berarti seluruh anak bersekolah. Untuk indikator anak usia SD yang tidak bersekolah tidak tersedia nilai dunia dalam data ini, jadi perbandingan terhadap rata-rata dunia tidak dapat dibuat, dan peringkatnya hanya relatif terhadap negara yang melaporkan. Tahun data terbaru berbeda antarindikator, dan rangkaian rasio murid per guru berhenti pada 2018, sehingga perbandingan lintas indikator sebaiknya tidak diperlakukan sebagai potret satu tahun yang sama. Pemutakhiran dilakukan tahunan melalui World Bank WDI dan nilai lama pun dapat direvisi mengikuti laporan tiap negara, sehingga pergeseran peringkat yang kecil sebaiknya tidak dinilai secara pasti.

*Sumber: World Bank, World Development Indicators (SE.XPD.TOTL.GD.ZS, SE.PRM.UNER.ZS, SE.SEC.ENRR, SE.TER.ENRR, SE.PRM.ENRL.TC.ZS) — https://data.worldbank.org/indicator/SE.XPD.TOTL.GD.ZS*

Belanja pendidikan (% PDB) dalam peta dan grafik

Peta dunia Belanja pendidikan (% PDB)
Peta dunia: Belanja pendidikan (% PDB) (2025). Makin gelap warnanya, makin tinggi nilainya. Garis oranye adalah Indonesia. Sumber World Bank (WDI)

Tabel peringkat dipuncaki Kiribati 16,3905% dan Samoa Amerika 14,717%, sementara ujung bawah diisi Somalia 0,0% dan Nigeria 0,3191%. Indonesia berada di kelompok bawah, di antara Laos 1,2338% dan Sudan Selatan 1,5654%.

Belanja pendidikan (% PDB): teratas, terbawah, dan Indonesia1Kiribati16.392Samoa Amerika14.723Tuvalu12.854Mikronesia11.565Namibia9.08194Kepulauan Cayman1.57195Sudan Selatan1.57196Indonesia1.28197Laos1.23198Lebanon1.22201Zimbabwe0.38202Nigeria0.32203Somalia0%
5 teratas, tetangga Indonesia, dan 3 terbawah (2025). Angka di kiri batang adalah peringkat. Sumber World Bank (WDI)
Perkembangan Belanja pendidikan (% PDB)6.14.63.21.70.32012201420162018202020222023IndonesiaTiongkokJermanDunia%
Indonesia dibanding negara besar dan dunia. Sumber World Bank (WDI)

Batang menunjukkan jarak yang lebar antara puncak dan dasar daftar, dari 16,3905% hingga 0,0%. Garis tren Indonesia bergerak dari 3,5836% pada 2015 ke kisaran satu persen sejak 2016, lalu 1,2752% pada 2023.

Bandingkan negara

Anak usia SD yang tidak bersekolah

Peta dunia Anak usia SD yang tidak bersekolah
Peta dunia: Anak usia SD yang tidak bersekolah (2025). Makin gelap warnanya, makin tinggi nilainya. Garis oranye adalah Indonesia. Sumber World Bank (WDI)

Puncak tabel diisi Uni Emirat Arab (0,0039%), Azerbaijan (0,0266%), dan Uruguay (0,0355%), disusul Korea Selatan (0,0557%) serta Jepang (0,0684%). Di dasar tabel ada Somalia (85,2728%), Afganistan (68,7716%), dan Guinea Ekuatorial (65,5965%); Indonesia dengan 0,8768% jauh lebih dekat ke kelompok atas.

Anak usia SD yang tidak bersekolah: teratas, terbawah, dan Indonesia1Uni Emirat Arab02Azerbaijan0.033Uruguay0.044Korea Selatan0.065Jepang0.0744Saint Kitts dan Nevis0.8645Namibia0.8746Indonesia0.8847Sierra Leone0.8948Denmark0.89203Guinea Ekuatorial65.6204Afganistan68.77205Somalia85.27%
5 teratas, tetangga Indonesia, dan 3 terbawah (2025). Angka di kiri batang adalah peringkat. Sumber World Bank (WDI)
Perkembangan Anak usia SD yang tidak bersekolah8.66.33.91.5-0.82013201620182020202220242025IndonesiaJermanIndia%
Indonesia dibanding negara besar dan dunia. Sumber World Bank (WDI)

Grafik memperlihatkan lonjakan hingga 7,7001% pada 2018, lalu penurunan drastis ke 1,7222% pada 2019 dan terus menurun ke 0,7271% pada 2023. Setelah naik sedikit ke 1,071% pada 2024, angkanya kembali turun ke 0,8768% pada 2025.

Angka partisipasi pendidikan tinggi

Peta dunia Angka partisipasi pendidikan tinggi
Peta dunia: Angka partisipasi pendidikan tinggi (2025). Makin gelap warnanya, makin tinggi nilainya. Garis oranye adalah Indonesia. Sumber World Bank (WDI)

Puncak daftar diisi Yunani 165,1134%, Makau 141,8648%, dan Korea Selatan 111,8533%, sedangkan dasarnya Haiti 1,0514% dan Polinesia Prancis 1,4568%. Indonesia berada di paruh tengah tabel.

Angka partisipasi pendidikan tinggi: teratas, terbawah, dan Indonesia1Yunani165.112Makau141.863Siprus120.884Hong Kong120.095Korea Selatan111.8591Mauritius45.7892Bosnia dan Herzegovina45.593Indonesia44.8894Palestina44.4995Suriah43.76201Guinea Ekuatorial1.84202Polinesia Prancis1.46203Haiti1.05%
5 teratas, tetangga Indonesia, dan 3 terbawah (2025). Angka di kiri batang adalah peringkat. Sumber World Bank (WDI)
Perkembangan Angka partisipasi pendidikan tinggi96.177.55940.421.92012201420162018202020222023IndonesiaASTiongkokDunia%
Indonesia dibanding negara besar dan dunia. Sumber World Bank (WDI)

Garis tren naik cukup konsisten dari 29,0425% pada 2012 menjadi 44,8813% pada 2023. Grafik batang memperlihatkan rentang antarnegara yang sangat lebar, dari 165,1134% sampai 1,0514%.

Angka partisipasi pendidikan menengah

Peta dunia Angka partisipasi pendidikan menengah
Peta dunia: Angka partisipasi pendidikan menengah (2025). Makin gelap warnanya, makin tinggi nilainya. Garis oranye adalah Indonesia. Sumber World Bank (WDI)
PeringkatNegara / wilayah%
1Monako158.55
2Belgia142.96
3Finlandia142.4
4Belanda137.51
5Saint Kitts dan Nevis137.51
74Libya97.61
75AS97.47
76Indonesia97.17
77Mongolia96.82
78Tanjung Verde96.43
206Haiti17.17
207Republik Afrika Tengah15.81
208Somalia3.35

Lihat peringkat lengkap 208 negara dan wilayah →

Tabel dipimpin Monako 158,5466%, Belgia 142,9603%, dan Finlandia 142,3952%, sementara ujung bawahnya Somalia 3,3479% dan Republik Afrika Tengah 15,8074%. Indonesia berada di atas Tiongkok 92,2603% namun di bawah Jepang 101,5371%.

Angka partisipasi pendidikan menengah: teratas, terbawah, dan Indonesia1Monako158.552Belgia142.963Finlandia142.44Belanda137.515Saint Kitts dan Nevis137.5174Libya97.6175AS97.4776Indonesia97.1777Mongolia96.8278Tanjung Verde96.43206Haiti17.17207Republik Afrika Tengah15.81208Somalia3.35%
5 teratas, tetangga Indonesia, dan 3 terbawah (2025). Angka di kiri batang adalah peringkat. Sumber World Bank (WDI)
Perkembangan Angka partisipasi pendidikan menengah106.393.179.966.753.52014201620182020202220242025IndonesiaASTiongkokDunia%
Indonesia dibanding negara besar dan dunia. Sumber World Bank (WDI)

Garis tren naik dari 83,556% pada 2014 ke 98,8364% pada 2024 lalu 97,1702% pada 2025. Batang menunjukkan sebagian negara melewati 100% karena ini angka partisipasi kasar.

Rasio murid-guru (pendidikan dasar)

Peta dunia Rasio murid-guru (pendidikan dasar)
Peta dunia: Rasio murid-guru (pendidikan dasar) (2019). Makin gelap warnanya, makin tinggi nilainya. Garis oranye adalah Indonesia. Sumber World Bank (WDI)
PeringkatNegara / wilayahmurid per guru
1San Marino6.93
2Liechtenstein7.8
3Luksemburg8.3
4Norwegia8.59
5Kuwait8.88
87Irak16.96
88Turki16.98
89Indonesia17.03
90Kazakhstan17.21
91Argentina17.23
204Malawi58.68
205Rwanda59.51
206Republik Afrika Tengah83.41

Lihat peringkat lengkap 206 negara dan wilayah →

Kelas terkecil tercatat di San Marino 6,9306 dan Liechtenstein 7,8016, sedangkan terpadat di Republik Afrika Tengah 83,412 dan Rwanda 59,5086. Indonesia berada di paruh atas tabel, dekat dengan Tiongkok 16,4267.

Rasio murid-guru (pendidikan dasar): teratas, terbawah, dan Indonesia1San Marino6.932Liechtenstein7.83Luksemburg8.34Norwegia8.595Kuwait8.8887Irak16.9688Turki16.9889Indonesia17.0390Kazakhstan17.2191Argentina17.23204Malawi58.68205Rwanda59.51206Republik Afrika Tengah83.41murid per guru
5 teratas, tetangga Indonesia, dan 3 terbawah (2019). Angka di kiri batang adalah peringkat. Sumber World Bank (WDI)
Perkembangan Rasio murid-guru (pendidikan dasar)26.722.518.314.1102006200820102012201420172018IndonesiaTiongkokJermanDuniamurid per guru
Indonesia dibanding negara besar dan dunia. Sumber World Bank (WDI)

Garis tren bergerak dari 19,0117 pada 2010 ke 17,0349 pada 2018 dan berhenti di sana, sehingga bukan gambaran tahun terkini. Batang memperlihatkan selisih lebih dari sepuluh kali lipat antara ujung teratas dan terbawah.